2020-06-18

Penyuluh BPTP NTT Tetap Giat Menyuluh di Masa Pandemi Covid-19

BPTP NUSA TENGGARA TIMUR
...

Sepertinya gayung bersambut. Apa yang menjadi thema Sharing Session Penyuluh Pertanian yang diprakarsai oleh teman-teman penyuluh di Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Bogor yakni : TETAP AKTIF MENYULUH DI MASA PANDEMI, hal itu yang terjadi  karena  thema ini juga telah membakar semangat bagi penyuluh-penyuluh yang ada di BPTP NTT di mana sekalipun dalam masa pandemic ini, kegiatan penyuluhan melalui  bimbingan teknis tematik masih tetap berjalan.

Bimbingan teknis tematik dilakukan sehubungan dengan umur tanaman jagung yang menuntut tim penyuluh dan teknisi BPTP NTT bersama rekan-rekan penyuluh di BPP Oeteta/Kostratani Sulamu  untuk tetap memberikan pencerahan kepada petani tentang pemupukan I (pertama) pada tanaman jagung tersebut pada tanggal 9 Juni 2020.  

Dalam areal lahan jagung 2 (dua) ha milik anggota kelompok tani Setia Kawan di desa Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, dan dengan dilakukannya bimtek tematik tersebut, petani akan terus mendapatkan pencerahan mengenai teknologi pemupukan (jenis dan dosis dan cara pemupukannya).  Namun pelaksanaan bimtek ini tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku sehingga jumlah petani yang hadir hanya terbatas pada mereka yang memiliki lahan  untuk diberikan perlakukan pemupukan. Varietas jagung yang ditanam adalah  VUB Komposit Lamuru Label Ungu.

Pada kelompok yang berbeda yakni kelompok  tani ITANUN, di desa yang sama, Bimtek Penanaman Jagung dengan penerapan cara tanam Rel Ganda (Double Track) pada tanggal 11 Juni 2020, dimana varietas jagung yang digunakan adalah VUB Komposit Srikandi Kuning, Label Putih (Kelas FS).

Kegiatan bimtek tersebut mendukung kegiatan Desentralisasi Produksi Benih Sumber Terintegrasi Dengan Desa Mandiri Benih melalui SL-DMB Pada Konstratani tingkat kecamatan. Dan, yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan tersebut adalah di desa Pariti, Kecamatan Sulamu (Konstratani Sulamu/BPP Oeteta), Kabupaten Kupang yang berada dibawan komando Ir. Adriana Bire, M.Sc selaku penanggung jawab kegiata. Nah.. bagaimana ceritanya hingga kegiatan ini masih dapat berjalan sedangkan semua dana kegiatan boleh dikatakan ‘zero’ karena adanya kebijakan refocusing oleh pemeritah pusat guna penanggulanan Covid19 di Indonesia? Jawabannya adalah karena kegiatan ini telah dilaksanakan koordinasi dan sosialisasi di tingkat kecamatan dan desa, dan benih sudah tersedia, maka atas persetujuan dan musyawarah beberapa penyuluh BPTP NTT bahwa dengan dukungan dana Bantuan Operasional Penyuluh,   maka tanpa paksaan tapi dengan sikap siap selalu untuk berkontribusi dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, penyuluh-penyuluh masih dapat menjalankan tugas pekerjaannya bersama petani.  Dalam hal ini, penyuluh-penyuluh yang terlibat dalam kegiatan memberikan sumbangsih dana untuk kebutuhan  bahan bakar dll,

Selain tetap mendapatkan bimbingan teknis tematik, kelompok-kelompok tersebutpun telah mendapatkan kemudahan dalam hal permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena Ir. Adriana Bire, M.Sc  pun telah menfasilitasi hal tersebut dengan menjadi penghubung antara pihak perbankan khsusnya BRI Unit terdekat dengan kelompok tani tersebut.  Hasil fasilitasi tersebut, pihak BRI telah melakukan survey lapangan di kelompok tani tersebut untuk memastikan bahwa kelompok-kelompok tani tersebut benar-benar aktif dalam usaha tani seperti yang dituangkan dalam proposal usulan ke pihak BRI.

Salam inovasi

(Onike Lailogo, Adriana Bire)

Unduh Berkas Disini
Sub Sektor : Jagung
Komoditas : Tanaman Pangan
Teknologi yang Digunakan : DESENTRALISASI PRODUKSI BENIH SUMBER TERINTEGRASI DENGAN DESA MANDIRI BENIH MELALUI SL-DMB
http://ntt.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita-news/784-penyuluh-bptp-ntt-tetap-giat-menyuluh-di-mada-pandemi-covid-19